LP3Y Ikut Meriahkan Pawai Hari AIDS

Diterbitkan: 08 Desember 2009 E-mail PDF Print Share on Facebook

SELASA (1/12), sekitar pukul 14.30 WIB, suasana di Jalan Malioboro Yogyakarta, sedikit berbeda. Ruas jalan yang tak pernah sepi itu, bertambah sesak namun semarak. Saat itu memang sedang berlangsung pawai memperingat Hari AIDS Sedunia.

Arak-arakan peserta pawai dimulai dari pelataran parkir Abu Bakar Ali, di ujung utara Jalan Malioboro. Mereka terdiri atas ratusan orang dari lembaga swadaya masyarakat dan pemerhati masalah HIV/AIDS di Yogyakarta. Termasuk di dalamnya adalah LP3Y. 
 
 
Berbagai poster, spanduk dan aneka atribut yang dibawa peserta pawai, tercermin bahwa diskriminasi di tengah masyarakat masih cukup tinggi, terutama terhadap ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Salah satu poster yang bertuliskan “Musuhi penyakitnya, bukan orangnya” mewakili penilaian itu. Satu kelompok barongsay memeriahkan pawai. Suasana penuh keceriaan, apalagi ketika masyarakat memberi aplaus meriah kepada kelompok waria Kebaya dan pondok pesantren Al Fattah Yogyakarta, yang seluruh anggotanya, termasuk pemimpinnya, Maryani, adalah kaum waria. 

Para peserta pawai selain membawa spanduk atau poster imbauan agar masyarakat tidak mengucilkan pengidap HIV/AIDS, dan memberi perlakuan sama sebagaimana kepada masyarakat lain, juga membagi-bagikan setangkai bunga berwarna merah kepada anggota masyarakat yang menyemut di sisi kiri maupun kanan Jalan Malioboro, untuk menyaksikan pawai itu.

Jalan Malioboro yang lebarnya hanya sekitar empat meter itu, dibagi dua selama pawai berlangsung. Sebelah kiri untuk lalulintas kendaraan, separo sebelah kanan untuk peserta pawai yang berjalan kaki menuju Alun-Alun Utara Yogyakarta sebagai titik akhir pawai.

Peserta pawai antara lain dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Yogyakarta, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) DIY, Dinas Kesehatan. Akan halnya kru LP3Y, sebanyak tujuh personel, dipimpin Slamet Riyadi Sabrawi yang juga adalah anggota KPA DIY, mengikuti pawai sejak awal hingga akhir. Meski tanpa atribut atau membawa spanduk dan rombongan terselip di belakang barisan kelompok waria Kebaya.

Sekitar satu jam pawai berlangsung mengisi ruang Jalan Malioboro sore itu. Pukul 15.30 WIB, para peserta mengakhiri pawai memperingati Hari AIDS Sedunia tahun 2009, di Alun-alun Utara Yogyakarta. (awd)

                       

 

Komentar

22 July 2010 - Oleh : x099e5f
0000d5 | [url=http://c9b7f5.com]b49ecd[/url] | [link=http://5ac0b8.com]d33831[/link] | http://0df08b.com | f1c1a2 | [http://9a8802.com a2e992]

06 March 2010 - Oleh : zwtnjsoqh
eDA32j nxkioefvxlov, [url=http://lefqwtdkzvom.com/]lefqwtdkzvom[/url], [link=http://htjbhocjzjxi.com/]htjbhocjzjxi[/link], http://cgdioyouqvki.com/

06 March 2010 - Oleh : cxvsceb
OR1E2l ioufevrtcvgc, [url=http://ixbxaaotdtkc.com/]ixbxaaotdtkc[/url], [link=http://jtflgaorvoff.com/]jtflgaorvoff[/link], http://jcedjosmqdzc.com/

Kirim Komentar

Nama:
E-Mail:
 
 
 


newsFLASH

 Pemred majalah Playboy, Erwin Arnada, tidak puas dengan putusan MA yang memvonis dirinya 2 tahun penjara. Erwin akan mengajukan peninjauan kembali (PK) karena menilai putusan hakim keliru."Majelis hakim telah khilaf dan melakukan kekeliruan yang nyata karena tidak menggunakan UU Pers sebagai acuan dalam kasus ini," ujar kuasa hukum Erwin, Todung Mulya Lubis dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (6/9). "Playboy adalah majalah yang serius, bukan majalah yang ecek-ecek. Oleh karena itu Playboy adalah suatu media sehingga harus tunduk pada hukum pers," ujar Todung.(detikNews 6/9/10: 15.01 WIB) 

Arahkan kursor untuk berhenti!


dari Kami
outstandingPROGRAM
• Program Media Watch untuk LSM
• Pelatihan Jurnalistik Offline bagi Jurnalis
• Pelatihan Jurnalistik Offline bagi Guru Pembimbing Mading
buku-terbitan LP3Y
Buku Terbitan LP3YDaftar buku terbitan LP3YKLIK disini.Jika kesulitan mendapatkannya, kontak kami di BAGIAN PENJUALAN.
Pembayaran trf ke rek : BNI cab.UGM Bulaksumur a/c.39226785 a/n. LP3Y
POLLING
          Google Search Engine

Hit Counter

counters

Radio Suara LP3Y

Radio Suara LP3Y

LP3Y Youtube