Kasus Century Masih Topik Utama Terlaris 18 – 24 Januari

Diterbitkan: 26 Januari 2010 E-mail PDF Print Share on Facebook

Antara tanggal 18 – 24 Januari 2010, kasus  Century masih menjadi topik terlaris berita utama, dengan kemunculan 23 kali dari 49 kemungkinan.

Hampir setiap hari ada suratkabar yang menjadikan kasus ini sebagai topik berita utama, kecuali hari Rabu (21-10-2010).  Seperti minggu lalu, MEDIA INDONESIA setiap hari mengangkat kasus Century menjadi berita utama. 
Kasus Pembobolan ATM sejumlah bank menjadi topik berita utama terlaris kedua, dengan kemunculan 10 kali.  Kasus ini sebagai berita utama 4 suratkabar hari Jumat (22-01-2010), berita utama 2 suratkabar hari Sabtu (23-01-2010), dan kembali menjadi berita utama 4 suratkabar hari Minggu (23-01-2010). 

 

Di peringkat ketiga, tuntutan hukuman mati terhadap Antasari menjadi topik berita utama 6 suratkabar.  Hanya KORAN TEMPO yang tidak menjadikan kasus ini sebagai berita utama.

 

Dua suratkabar, KEDAULATAN RAKYAT  dan SOLOPOS, tercatat lebih dari sekali menampilkan topik berbeda pada saat suratkabar lain mengangkat topik laris seperti kasus Century.

 

Adapun suratkabar yang diamati adalah MEDIA INDONESIA, SUARA MERDEKA, KORAN TEMPO, SOLOPOS, KOMPAS,  REPUBLIKA, dan Kedaulatan Rakyat.***

 

 


Komentar

06 March 2010 - Oleh : mvgbylep
YR2mHt pctoyrwnjwkc, [url=http://jbegeokxdigw.com/]jbegeokxdigw[/url], [link=http://hmuepyrjzrzk.com/]hmuepyrjzrzk[/link], http://rxxxijodjryx.com/

06 March 2010 - Oleh : zgelvimfm
kxMliD aicwfasrlshx, [url=http://ckuyiqmxkqwt.com/]ckuyiqmxkqwt[/url], [link=http://vvmrrhetgzno.com/]vvmrrhetgzno[/link], http://kmymtrdrdybj.com/

Kirim Komentar

Nama:
E-Mail:
 
 
 


newsFLASH

 Pemred majalah Playboy, Erwin Arnada, tidak puas dengan putusan MA yang memvonis dirinya 2 tahun penjara. Erwin akan mengajukan peninjauan kembali (PK) karena menilai putusan hakim keliru."Majelis hakim telah khilaf dan melakukan kekeliruan yang nyata karena tidak menggunakan UU Pers sebagai acuan dalam kasus ini," ujar kuasa hukum Erwin, Todung Mulya Lubis dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (6/9). "Playboy adalah majalah yang serius, bukan majalah yang ecek-ecek. Oleh karena itu Playboy adalah suatu media sehingga harus tunduk pada hukum pers," ujar Todung.(detikNews 6/9/10: 15.01 WIB) 

Arahkan kursor untuk berhenti!


dari Kami
outstandingPROGRAM
• Program Media Watch untuk LSM
• Pelatihan Jurnalistik Offline bagi Jurnalis
• Pelatihan Jurnalistik Offline bagi Guru Pembimbing Mading
buku-terbitan LP3Y
Buku Terbitan LP3YDaftar buku terbitan LP3YKLIK disini.Jika kesulitan mendapatkannya, kontak kami di BAGIAN PENJUALAN.
Pembayaran trf ke rek : BNI cab.UGM Bulaksumur a/c.39226785 a/n. LP3Y
POLLING
          Google Search Engine

Hit Counter

counters

Radio Suara LP3Y

Radio Suara LP3Y

LP3Y Youtube