Kalau Bisa Ringkas, Mengapa Mbulet?

Diterbitkan: 11 Februari 2009 E-mail PDF Print Share on Facebook

Jurnalis tetaplah perlu menulis berita dengan penuturan yang ringkas, jelas, efektif, dan dikemas secara menarik agar tidak kaku seperti teks makalah akademis
Akan tetapi, kadangkala jurnalis lupa dengan prinsip tersebut. Salah satu akibat dari kelalaian jurnalis menerapkan prinsip itu, teks yang dibuatnya dirasakan  mbulet (berbelit-belit) oleh pembaca. Teks lead berita berjudul Pasar Rejowinangun Magelang Kapan Dibangun Lagi (Kedaulatan Rakyat edisi 11 Februari 2009 hal 10) bisa dijadikan salah satu contoh.

MAGELANG (KR)- Kondisi bangunan Pasar Rejowinangun Kota Magelang yang terbakar akhir Juni 2008 lalu, sudah berubah total. Di areal bangunan pasar di tengah Kota 'Gethuk' Magelang ini sudah jauh berbeda. Karena seluruh bangunan, yang terbakar, kini sudah bersih. Dengan kata lain tanpa ada puing-puing sisa bangunan kebakaran.
Maksud si jurnalis melalui lead sebetulnya jelas, yaitu ingin menyampaikan ke pembaca bahwa areal Pasar Rejowinangun Magelang yang terbakar akhir Juni 2008 kini sudah bersih dari puing-puing sisa bangunan yang terbakar. Artinya, di lokasi pasar tersebut yang tersisa adalah bangunan yang tidak terbakar (karena tidak seluruh bangunan terbakar). Teks lead berita itu menjadi berbelit-belit karena selain ada pengulangan keterangan (berubah total, sudah jauh berbeda, kini sudah bersih, dengan kata lain tanpa ada puing-puing; Kota Magelang, Kota 'Gethuk' Magelang), struktur kalimat yang tidak pas, kalimat tidak ringkas. Selain itu, tak begitu jelas apakah yang berubah adalah kondisi bangunan pasar atau Pasar Rejowinangun (sebagai kompleks bangunan tempat berniaga dengan segala fasilitasnya). Akan lebih ringkas dan jelas bagi pembaca seandainya lead tersebut ditulis demikian: Kondisi Pasar Rejowinangun Kota Magelang yang terbakar akhir Juni 2008 lalu kini berubah total. Areal pasar di tengah "Kota Gethuk" itu sekarang bersih dari puing-puing sisa bangunan yang terbakar. Lead tersebut akan bermuatan informasi lebih lengkap dan  sekaligus menjabarkan judul berita jika ditambahi kalimat …Namun, hingga Selasa (10/2) kemarin belum diketahui pasti kapan pasar ini dibangun kembali (teks ini ada di alinea II). Berikut solusi lead selengkapnya jika memilih tawaran kedua.
Kondisi Pasar Rejowinangun Kota Magelang yang terbakar akhir Juni 2008 lalu kini berubah total. Areal pasar di tengah “Kota Gethuk” itu sekarang bersih dari puing-puing sisa bangunan yang terbakar.  Namun, hingga Selasa (10/2) kemarin belum diketahui pasti kapan pasar ini dibangun kembali.
 Demikian. Semoga bermanfaat. (ded)

Komentar

06 March 2010 - Oleh : cgdbnir
neMiGx ejbfxypzwvtl, [url=http://oiwdhavaicpu.com/]oiwdhavaicpu[/url], [link=http://czgerqhfbbfh.com/]czgerqhfbbfh[/link], http://xreddbljvqat.com/

Kirim Komentar

Nama:
E-Mail:
 
 
 


newsFLASH

 Pemred majalah Playboy, Erwin Arnada, tidak puas dengan putusan MA yang memvonis dirinya 2 tahun penjara. Erwin akan mengajukan peninjauan kembali (PK) karena menilai putusan hakim keliru."Majelis hakim telah khilaf dan melakukan kekeliruan yang nyata karena tidak menggunakan UU Pers sebagai acuan dalam kasus ini," ujar kuasa hukum Erwin, Todung Mulya Lubis dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (6/9). "Playboy adalah majalah yang serius, bukan majalah yang ecek-ecek. Oleh karena itu Playboy adalah suatu media sehingga harus tunduk pada hukum pers," ujar Todung.(detikNews 6/9/10: 15.01 WIB) 

Arahkan kursor untuk berhenti!


dari Kami
outstandingPROGRAM
• Program Media Watch untuk LSM
• Pelatihan Jurnalistik Offline bagi Jurnalis
• Pelatihan Jurnalistik Offline bagi Guru Pembimbing Mading
buku-terbitan LP3Y
Buku Terbitan LP3YDaftar buku terbitan LP3YKLIK disini.Jika kesulitan mendapatkannya, kontak kami di BAGIAN PENJUALAN.
Pembayaran trf ke rek : BNI cab.UGM Bulaksumur a/c.39226785 a/n. LP3Y
POLLING
          Google Search Engine

Hit Counter

counters

Radio Suara LP3Y

Radio Suara LP3Y

LP3Y Youtube