Berapa Persisnya Jumlah Ribuan Massa?

Diterbitkan: 12 Februari 2009 E-mail PDF Print Share on Facebook

SEBUAH berita dalam format straight news, dimuat di harian Republika edisi Kamis 12 Februari 2009 (halaman 3). Dilihat sepintas, berita itu biasa saja, sebagaimana berita lain di halaman itu yang tentu isinya beragam. Tetapi jika diamati, sebenarnya ada yang menggangu.

Mari kita lihat:

Judul berita tiga kolom itu adalah : Ribuan Massa Demo di Kantor BPLS.  Isi beritanya tentang para korban lumpur PT Lapindo Brantas Inc yang kembali berunjuk rasa ke kantor Badan Pelaksana Lumpur Sidoarjo (BPLS), Rabu (11/2) di Surabaya.

Apa yang aneh dan di mana letak hal yang mengganggu pada judul itu? Judul enam kata itu terasa biasa saja. Tapi, nanti dulu. Jika diamati lebih dalam, terdapat kejanggalan logika atas kata yang dipilih untuk judul berita itu, yakni kata ribuan massa.

Dua kata, yang digunakan adalah ribuan, masih ditambah dengan massa. Itu berarti, massa adalah jumlah tertentu yang bisa dihitung, masih dikalikan dengan jumlah yang mencapai ribuan. Jika logikanya demikian, akan ditemukan sebuah angka yang sangat besar. Seberapa banyak jumlah massa? Seberapa banyak pula jumlah ribuan massa?

Logika kalimat dan akurasi pada pemilihan kata tidak bisa dianggap sepele. Tidak bisa diberlakukan, ah.. pokoknya pembaca sudah mengerti apa maunya judul itu.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia massa berarti : jumlah yang banyak sekali; sekumpulan orang yang banyak sekali.

Dengan pengertian di atas, tentunya massa tidak bisa dihitung, karena sudah ada penjelasan banyak sekali. Tentu akan sangat lain lagi pengertiannya jika kata itu masih ditambah dengan penjelasan: ribuan massa

Memang dalam berita itu, judul di atas juga tidak konsisten jika khalayak mencermati leadnya, yang ditulis demikian:

SURABAYA - Korban lumpur PT Lapindo Brantas Inc kembali berunjuk rasa. Ribuan orang yang tergabung dalam Tim 16, Rabu (11/2) konvoi dengan sepeda motor dan melakukan aksi demonstrasi ke kantor Badan Pelaksana Lumpur Sidoarjo (BPLS) di Jl Gayung Kebonsari, Surabaya, Jawa Timur.

Dalam alinea pertama itu, sudah dijelaskan besaran jumlah orang yang berdemo itu, yakni ribuan orang. Namun, lagi-lagi inkonsistensi penjelasan muncul pada alinea ketiga :

Setelah itu, Sunarso diajak lima perwakilan untuk menemui ribuan massa.

Demikianlah, pemilihan kata untuk judul tentu membutuhkan pemikiran matang. Apalagi judul merupakan kata pertama yang dibaca dan dengan demikian diharapkan bisa menarik pembaca untuk mengikuti teks berita itu hingga habis.

Dalam kasus di atas, akan lebih jelas dan logis serta mudah dimengerti, jika tidak memilih kata ribuan massa, tetapi ribuan orang. Bahkan kalau bisa diperkirakan jumlahnya, meski tidak tepat persis berapa jumlah bisa disebut, bisa ditambahkan penjelasan kata : sekitar atau kira-kira.

Dua suratkabar menggunakan kata tersebut untuk menjelaskan berapa jumlah pendemo itu, pada caption (keterangan) foto yakni Kompas (12/2) halaman I dengan teks: Sekitar 2.000 warga korban lumpur Lapindo…dan seterusnya serta Harian Solopos (12/2) juga menulis untuk keterangan foto di halaman I: Ribuan warga korban Lapindo Brantas….dan seterusnya. (awd) Kata Sekitar atau kira-kira, atau ribuan, untuk menjelaskan karena kepastian jumlah pendemo tidak terhitung secara pasti.(awd)

Sumber: sss

Komentar

06 March 2010 - Oleh : rftkbkhocdj
V7KTiD gnhzdeejlzwy, [url=http://apctdqvnllzs.com/]apctdqvnllzs[/url], [link=http://oybuduihkjvs.com/]oybuduihkjvs[/link], http://ergavaidyyyr.com/

Kirim Komentar

Nama:
E-Mail:
 
 
 


newsFLASH

 Pemred majalah Playboy, Erwin Arnada, tidak puas dengan putusan MA yang memvonis dirinya 2 tahun penjara. Erwin akan mengajukan peninjauan kembali (PK) karena menilai putusan hakim keliru."Majelis hakim telah khilaf dan melakukan kekeliruan yang nyata karena tidak menggunakan UU Pers sebagai acuan dalam kasus ini," ujar kuasa hukum Erwin, Todung Mulya Lubis dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (6/9). "Playboy adalah majalah yang serius, bukan majalah yang ecek-ecek. Oleh karena itu Playboy adalah suatu media sehingga harus tunduk pada hukum pers," ujar Todung.(detikNews 6/9/10: 15.01 WIB) 

Arahkan kursor untuk berhenti!


dari Kami
outstandingPROGRAM
• Program Media Watch untuk LSM
• Pelatihan Jurnalistik Offline bagi Jurnalis
• Pelatihan Jurnalistik Offline bagi Guru Pembimbing Mading
buku-terbitan LP3Y
Buku Terbitan LP3YDaftar buku terbitan LP3YKLIK disini.Jika kesulitan mendapatkannya, kontak kami di BAGIAN PENJUALAN.
Pembayaran trf ke rek : BNI cab.UGM Bulaksumur a/c.39226785 a/n. LP3Y
POLLING
          Google Search Engine

Hit Counter

counters

Radio Suara LP3Y

Radio Suara LP3Y

LP3Y Youtube