Program Lanjutan Pasca Gempa di Kabupaten Bantul
Surat
dari Sekretariat Negara bernomor B-4774 itu menguatkan rencana LP3Y meneruskan
program pascagempa di Kabupaten Bantul,
Kali ini program di atas
dikerjakan LP3Y bekerja bareng ASPPUK (Asosiasi Perempuan Pengusaha Kecil) dan
IDEA (Institute for Development and Economic Analysis). Porsi LP3Y
selain sebagai mediator juga berfokus pada pemberdayaan warga bermedia (koran
dan radio) bertumpu pada
Pada program terdahulu (pemulihan
pascagempa) yang dikerjakan LP3Y beserta 11 LSM lain selama setahun (2007-2008)
menyasar kepada
Kalau dulu LP3Y mengajak wartawan untuk meliput kegiatan pemulihan gempa, sekarang malah mengajak warga untuk bermedia, khususnya koran dan radio. Kedua media ini diharapkan tumbuh dan berkembang di tangan warga sendiri, sesuai dengan kebutuhan aktual mereka. Seusai asesmen warga memilih
masing tiga orang yang mewakili desanya untuk mengelola koran dan radio. Setiap
satu desa satu radio warga, dan satu koran warga untuk
Luapan semangat yang tumbuh dari warga penting untuk dikelola melalui penahapan prosedur. Misalnya, untuk membangun radio warga dibutuhkan kesepakatan bersama warga (ditunjukkan dengan dukungan minimal 250 orang dengan bukti fotocopy KTP). Lalu membentuk organisasi pengelola radio yang legal (berdasar akte notaris). Kemudian baru mempersiapkan perangkat fisik dan materi penyiaran yang sesuai dengan kebutuhan warga. Kami tidak ingin: “Pokoknya siaran dulu, ijin belakangan”. Baik koran maupun radio warga diharapkan siap terbit atau siaran pada Oktober 2010. Waktu enam bulan adalah masa pergulatan yang butuh stamina prima. Sikap menggebu-gebu harus bisa dipandu. Inilah masa-masa yang menegangkan.(srs) |
|



